Newest Post
Archive for 02/01/2010 - 03/01/2010
STEP BY STEP
MENGINSTALL SISTEM OPERASI LINUX
Linux Mint 5 “Elyssa”
MAIN EDITION
1
Avanca Linux 7/16/2008
• Menjalankan Linux Mint
o Masukkan CD Linux Mint ke dalam CDROM/DVDROM anda pada saat boot
pertama ketika computer dihidupkan. Pastikan BIOS anda sudah diseting agar bisa
diboot lewat CD. Saat boot pertama cd, akan muncul menu Welcome screen Linux
Mint yang secara otomatis akan masuk kedalam sistemnya jika dalam 10 detik user
tidak menekan tombol enter.
Welcome screen Linux Mint
2
Avanca Linux 7/16/2008
o Pilihlah menu ”Start Linux Mint” jika pada awal proses boot LiveCD user menekan
tombol enter pada keyboard:
Proses Booting Linux Mint “Usplash”
3
Avanca Linux 7/16/2008
Selamat anda telah sukses menjalankan Linux Mint secara LiveCD.
Desktop Linux Mint
4
Avanca Linux 7/16/2008
• Menginstall Linux Mint ke dalam Harddisk Anda
Untuk menginstall Linux Mint kedalam harddisk anda, penulis merekomendasikan untuk
menyediakan space kosong didalam harddisk anda sebesar 6 GB ditambah 512 MB untuk
partisi SWAP memori. SWAP memori 2x lebih besar dari main memori atau RAM
Personal Computer (PC) anda. Sebagai contoh, jika PC anda memiliki RAM 256 MB,
buatlah SWAP memori sebesar 512 MB.
Untuk membuat partisi, pastilah anda membutuhkan tools semacam Partition Magic jika
lingkungan kerja PC anda adalah Microsoft Windows. Tetapi jika tidak ada tools
tersebut, didalam Livecd Linux Mint sudah menyediakan Tools pengolah partisi yang
dikenal dengan nama GPARTED .
Mari kita ikuti langkah demi langkah untuk membuat/meresize partisi dalam harddisk
anda dengan menggunakan GPARTED.
o Untuk membuka aplikasi GPARTED, klik pada start menu “Elyssa” >>
Administration >> Partition Editor
5
Avanca Linux 7/16/2008
Akan tampil tools GPARTED seperti gambar dibawah ini
Didalam harddisk yang penulis pake untuk praktek instalasi Linux Mint, sudah ada 1
partisi Primary dengan filesystem NTFS dan kapasitas 20 GB (lihat gambar di atas).
Sengaja penulis membuat partisi tersebut, dengan asumsi pada umumnya setiap user
yang sebelum migrasi ke sistem operasi linux, pastilah didalam harddisk komputer
user tersebut kebanyakan hanya ada filesystem windows (Fat, Fat32 dan NTFS).
Untuk itulah penulis sengaja mengistall Windows XP dengan filesystem NTFS agar
anda bisa belajar bagaimana cara meresize dan memartisi harddisk yang sudah ada
filesystem windowsnya. Jangan anda takut kehilangan sistem operasi yang selama
ini sudah menetap sistem komputer anda, karena Linux Mint akan menjadi salah
satu pendamping sistem operasi yang sudah ada tersebut, dan nantinya anda akan
memiliki dua sistem operasi didalam satu PC kerenkan…!
6
Avanca Linux 7/16/2008
• Langkah-langkah Meresize dan Memartisi Harddisk
o Pada menu toolbar GPARTED, klik icon “Resize/Move”
o Geserlah ujung panah sebelah kanan ke sebelah kiri dengan mouse untuk
mendapatkan Free Space Following (MiB) sebesar 6512 atau bisa langsung
mengetik ukuran partisi tersebut pada text box Free Space Following (MiB).
Kemudian lanjutkan dengan memilih tombol Resize/Move. lihat contoh gambar
dibawah ini.
o Dan akan mendapatkan hasil seperti pada gambar ini. Ingat ini adalah praktek
resize partisi yang dilakukan didalam harddisk penulis, akan berbeda dengan apa
yang ada di dalam harddisk anda.
7
Avanca Linux 7/16/2008
o Kemudian klik kanan pada partisi kosong tersebut dan pilihlah NEW atau bisa
juga dengan menekan Ctrl + N pada keyboard anda.
8
Avanca Linux 7/16/2008
o Setelah itu, rubahlah partisi tersebut menjadi Extended Partition pada combo
box Create as: dan dilanjutkan dengan memilih tombol Add.
hasil dari langkah di atas seperti pada gambar dibawah ini.
9
Avanca Linux 7/16/2008
o Klik kanan sekali lagi pada partisi kosong yang telah dibuat Extended Partition
tersebut dan pilihlah NEW atau juga dengan menekan Ctrl + N pada keyboard.
o Masukkan angka 6000 pada box New Size dan pilih ext3 pada combo box
Filesystem. Kemudian pilih tombol Add.
10
Avanca Linux 7/16/2008
o Dengan cara yang sama seperti langkah di atas, buatlah partisi SWAP dari sisa
space kosong yang ada. Lihat gambar di bawah.
Hasil dari semua langkah pembuatan partisi Linux
11
Avanca Linux 7/16/2008
o Untuk menuliskan semua hasil partisi yang telah kita buat tersebut pada partition
table. Klik icon Apply pada menu bar GPARTED.
o Setelah itu akan muncul kotak konfirmasi. Pilih tombol apply dan proses
penulisan partisi pada harddisk andapun akan berjalan.
Proses penulisan partisi
12
Avanca Linux 7/16/2008
o Selamat anda telah barhasil membuat partisi Linux sendiri. Dan kini saatnya
anda menginstall Linux Mint kedalam komputer anda. Matikan Aplikasi
GPARTED untuk kembali ke Desktop Linux Mint.
13
Avanca Linux 7/16/2008
• Langkah-langkah Instalasi Linux Mint
o Klik icon install pada desktop anda
Klik icon ini untuk
mengginstal Linux
Mint.
o Setelah itu akan tampil halaman Welcome Screen, dimana kita juga dapat
memilih bahasa yang akan dipakai dalam proses instalasi. Pilih forward untuk
melanjutkan.
14
Avanca Linux 7/16/2008
o Pilih kota dan zona waktu dari negara yang anda tempati. Anda dapat memilih
kota dan zona waktu tersebut, dengan mengklik pada map dunia atau bisa juga
melalui combo box ”selected city” , kemudian lanjutkan dengan mengklik
forward.
o Pada keyboard layout, pilih layout sesuai tipe keyboard anda.
15
Avanca Linux 7/16/2008
o Pada ”Langkah-langkah Meresize dan Memartisi Harddisk”, kita sudah
membuat dua partisi baru, dimana satunya untuk mengistall Linux Mint dan
yang satunya lagi untuk SWAP memori. Sekarang kita akan mengedit partisi
tersebut agar bisa diinstall Linux Mint. Klik pada partisi baru tersebut, kemudian
pilih tombol Edit Partition.
o Pada combo box Use as, pilih filesystem Ext3 Journaling file system, kemudian
berilah tanda checkbox pada menu Format the partition, dan masukkan tanda /
(Root) pada combo box Mount Point.
16
Avanca Linux 7/16/2008
o Untuk partisi yang satunya tidak perlu diedit, karena sudah langsung terdekteksi
sebagai partisi SWAP. Lanjutkan saja dengan memilih forward.
o Selanjutnya masukkan nama, username dan password anda. Seperti yang terlihat
pada contoh dalam gambar dibawah ini.
17
Avanca Linux 7/16/2008
o Sistem instalasi akan mendeteksi sistem operasi lain yang ada di komputer anda.
Dan mengkorfirmasikan apakah anda ingin migrasikan beberapa informasi
pribadi dari sistem operasi lain tersebut. Informasi tersebut mencakup
bookmarks, contacts, favorites dan beberapa informasi lainnya. Setelah anda
selesai pilih forward.
o Linux Mint telah siap diinstall, pastikan semua setingannya sudah benar seperti
langkah-langkah yang sudah dibahas di atas. Jika anda yakin semuanya sudah
benar lanjutkan dengan memilih tombol install.
18
Avanca Linux 7/16/2008
Persiapan Install
Proses instalasi kurang lebih memakan waktu sekitar 10-15 menit
Proses install
19
Avanca Linux 7/16/2008
o Setelah proses instalasi selesai, akan tampil box konfirmasi yang menyatakan
bahwa instalasi sudah selesai. Restarlah komputer dengan memilih tombol
”Restar now”.
o Ketika komputer direstart anda akan melihat screen ini. Ini adalah ”Boot Menu”
biasanya juga dekenal dengan nama ”GRUB”. Jika komputer anda sudah ada
Microsoft Windows ataupun sistem operasi lainnya Linux Mint secara otomatis
akan mendeteksi dan memasukkannya kedalam daftar ”Boot Menu” tersebut.
Sehingga anda dapat memilih sistem operasi yang ada sesuai dengan kemauaan
anda, hanya dengan menekan tombol UP dan DOWN pada keyboard anda.
20
Avanca Linux 7/16/2008
Boot Menu atau GRUB
o Loginlah menggunakan username dan password yang telah anda buat pada saat
mengginstal Linux Mint.
21
Avanca Linux 7/16/2008
o Pertama kali anda login kedalam sistem Linux Mint, anda akan disuguhi
beberapa konfigurasi melalui mint Assistant. Pilih saja forward untuk
melanjutkan.
o Dari sini anda dapat menerapkan password untuk akun root. Root merupakan
user yang mempunyai hak penuh terhadap sistem. Root bisa di artikan dengan
Administrator. Di Linux Mint secara default username yang anda buat akan
memiliki hak istimewa dalam mengelola sistem, jadi anda tidak perlu lagi
menggunakan password Root. Jika anda tidak yakin klik saja tombol forward.
22
Avanca Linux 7/16/2008
o Langkah selanjutnya anda akan ditanya apakah ingin melihat Jokes dan Fortune
tampil saat anda membuka terminal. Buatlah pilihan dan lanjutkan.
o Semua pilihan akan diringkas dibawah. Pastikan semua setingnya sudah betul.
Lanjutkan dengan mengklik ”Apply”.
23
Avanca Linux 7/16/2008
o Sistem Linux Mint anda sekarang sudah siap digunakan. Kliklah tombol
”Close”.
Selamat! Anda telah sukses menggistal Linux Mint 5 (Elyssa) kedalam sistem komputer
anda. Kini anda sudah memiliki dua sistem operasi dalam satu harddisk silakan
LINUX KNOPPIX
Thin Client / Diskless adalah sebuah komputer yang tidak dilengkapi dengan media penyimpanan (storage) antara lain : Harddisk, CDROM. Namun komputer tersebut bisa melakukan booting dan memiliki sistem operasi sehingga komputer tersebut bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Hal tersebut bisa dilakukan hanya dengan menggunakan NIC (network interface card) dan komputer yang terhubung dalam jaringan.
Penggunaan thin client/diskless di sistem operasi linux biasanya menggunakan LTSP (Linux Terminal Server Project). Namun, kali ini kita akan mencoba fasilitas yang ada didalam Linux KNOPPIX yaitu KNOPPIX Terminal Server.
Dalam menggunakan KNOPPIX Terminal Server kita punya beberapa cara, diantaranya :
1. Linux KNOPPIX diaktifkan dari CD-ROM (tanpa di install).
2. Linux KNOPPIX di-copy ke harddisk (booting dari disket).
3. Linux KNOPPIX di-install ke harddisk
Konfigurasi KNOPPIX Terminal Server melalui CD-ROM dan harddisk
Untuk tipe konfigurasi ini kita tidak perlu menginstall Linux Knoppix ke dalam harddisk. Kita cukup melakukan booting melalui cd-rom seperti layaknya kita akan menjalankan Linux Knoppix. Setelah proses boot selesai langkah selanjutnya adalah :
* Konfigurasi network address komputer yang kita gunakan sebagai server. Untuk proses ini kita bisa menggunakan perintah netcardconfig atau memilih KNOPPIX->Network/Internet->Network card configuration dari menu knoppix. Namun, bila ingin sedikit ‘macho’ anda bisa mengetikan perintah ifconfig dari shell.
* (sesuaikan dengan konfigurasi jaringan di lingkungan anda).
Use DHCP Broadcast : No
IP Address : 10.10.11.119
Network Mask : 255.255.255.0
Broadcast Address : 10.10.11.255
Default gateway : 10.10.11.3
Name Server : 10.10.1.6
* Setelah konfigurasi network address selesai, selanjutnya anda tinggal menggunakan perintah knoppix-terminalserver untuk mengkonfigurasi Knoppix Terminal Server.
setup (Re)configure server and (re)start
available network device : eth0
- (nic yang ingin digunakan untuk Knoppix terminal server)
IP range of addresses : 10.10.11.201 10.10.11.250
- (disesuaikan dengan jumlah client)
Network modules : SIS900.o
- (pilih sesuai dengan NIC pada client)
Performance & Security : secure, masq, dns
- (tambahkan webproxy apabila memiliki RAM diatas 256MB)
Start server : Yes
Agar kita tidak lagi menggunakan cdrom dalam menggunakan Linux Knoppix karena kita ingin menggunakan cdrom drive kita untuk membuka file dari CD, maka kita dapat meng-copy seluruh isi cd Linux Knoppix ke dalam harddisk (partisi FAT, FAT32, NTFS). Setelah itu kita harus membuat bootfloppy (KNOPPIX -> utilities -> create bootfloppies for KNOPPIX) untuk bisa boot kedalam Linux Knoppix yang sudah ter-copy di dalam harddisk. Untuk bootfloppy dibutuhkan 2 disket.
Instalasi Linux KNOPPIX ke harddisk dan konfigurasi KNOPPIX Terminal Server.
Diatas kita telah mengetahui bagaimana cara untuk melakukan konfigurasi Knoppix terminal server tanpa menginstall Linux Knoppix kedalam harddisk. Sekarang, kita akan mencoba mengkonfigurasi Knoppix Terminal Server dengan kondisi Linux Knoppix sudah terinstall kedalam harddisk.
Untuk menginstall Knoppix ke dalam harddisk kita bisa menggunakan perintah knx2hd (untuk knoppix 3.3 keatas) atau knx-hdinstall (untuk knoppix 3.2 kebawah) kemudian ikuti langkah-langkah yang ada dilayar. Setelah selesai proses instalasinya, cobalah untuk melakukan booting melalui harddisk yang sudah terinstall Linux Knoppix.
Langkah selanjutnya untuk melakukan konfigurasi KNOPPIX Terminal Server adalah sebagai berikut :
1. booting dari CD Knoppix dengan option boot “knoppix 2”
2. kemudian copy file-file KNOPPIX ke dalam directory NFS :
3. cp -Rp /KNOPPIX/* /mnt/hda1/cdrom
- (Jika Linux Knoppix ter-install di hda1)
4. kemudian reboot tanpa CD Knoppix
5. edit /usr/share/knoppix-terminalserver/templates/miniroot/linuxrc
- dari baris ke 242 – 252 adalah sebagai berikut :
# if we have an NFSDIR, try mounting it
if [ -n “$NFSDIR” ]; then
echo -n “${CRE}${BLUE}Trying to mount CD on” \
“${MAGENTA}$NFSDIR${BLUE}…${NORMAL}”
/static/mount -t nfs -o \
ro,rsize=8192,wsize=8192,hard,intr$SECUREOPTIONS \
“${NFSDIR}” /cdrom > /dev/null 2>&1 && MOUNTED=”yes”
# unsuccessful? Blank out NFSDIR and see if pump does better
[ -z “$MOUNTED” ] && echo “${RED}Failed.${NORMAL}” && NFSDIR=
fi
dirubah menjadi seperti berikut :
# if we have an NFSDIR, try mounting it
if [ -n “$NFSDIR” ]; then
echo -n “${CRE}${BLUE}Trying to mount CD on” \
“${MAGENTA}$NFSDIR${BLUE}…${NORMAL}”
/static/mount -t nfs -o \
ro,rsize=8192,wsize=8192,hard,intr$SECUREOPTIONS \
“${NFSDIR}” /KNOPPIX > /dev/null 2>&1 && MOUNTED=”yes”
# unsuccessful? Blank out NFSDIR and see if pump does better
[ -z “$MOUNTED” ] && echo “${RED}Failed.${NORMAL}” && NFSDIR=
fi
- dari baris ke 304 – 321 adalah sebagai berikut :
FOUND_KNOPPIX=”"
if test -f /cdrom/KNOPPIX/KNOPPIX
then
echo -n “${CRE} ${GREEN}Accessing KNOPPIX CDROM image at ${MAGENTA}$NFSDIR${GREEN}…${NORMAL}”
FOUND_KNOPPIX=”true”
else
dropshell
fi
# Harddisk-installed script part version has been removed
# (KNOPPIX can be booted directly from HD now).
# DEBUG
# echo “6″ > /proc/sys/kernel/printk
$INSMOD /modules/cloop.*o file=/cdrom/KNOPPIX/KNOPPIX
mountit /dev/cloop /KNOPPIX “-o ro$SECUREOPTIONS” || FOUND_KNOPPIX=”"
dirubah menjadi seperti berikut :
FOUND_KNOPPIX=”"
#if test -f /cdrom/KNOPPIX/KNOPPIX
#then
echo -n “${CRE} ${GREEN}Accessing KNOPPIX CDROM image at ${MAGENTA}$NFSDIR${GREEN}…${NORMAL}”
FOUND_KNOPPIX=”true”
#else
#dropshell
#fi
# Harddisk-installed script part version has been removed
# (KNOPPIX can be booted directly from HD now).
# DEBUG
# echo “6″ > /proc/sys/kernel/printk
#$INSMOD /modules/cloop.*o file=/cdrom/KNOPPIX/KNOPPIX
#mountit /dev/cloop /KNOPPIX “-o ro$SECUREOPTIONS” || FOUND_KNOPPIX=”"
6. jalankan knoppix-terminalserver
7. kemudian, lakukan boot pada client
1.Boting lewat CD-Room
2.Setelah muncul tampilan utama,ketikkan cara install yang anda inginkan dan tekan enter.
1.jpg
3. Kita dapat menguji media cd sebelum installasi dengan memilih OK.
Pilih Skip untuk melompati pengujian media dan memulai instalasi.
2.jpg
4. pilih bahasa yang ingin digunakan dalam installasi =>English
4.jpg
5. pilih keyboard untuk system dan sesuaikan dengan keyboard =>U.S.English=>Next.
5.jpg
6. pilih type installasi sesuai kebutuhan(untuk server oracle) =>Custom=>Next.
6.jpg
7. Partition disk dapat dilakukan secara otomatis atau manual =>Manual=>Next.
7.jpg
8. Pilih type partisi dan berapa besarnya sesuai dengan kebutuhan.
Skema partisi: 1./boot=>ext3=>100MB.
2.swap=>1GB
3./root=>ext3=>4GB(sisa hardisk)
8.jpg
Setelah partisi selesai =>Next.
9.jpg
9. Pilih boot loader yang akan digunakan =>Next.
10.jpg
10. Atur IP address dan Netmask yang akan digunakan dan sesuaikan dengan jaringan =>OK.
12.jpg
11. Atur Domain dan Gateway yang akan anda gunakan =>Next.
13.jpg
12. Bila DNS tidak kita isikan maka akan muncul tampilan seperti ini.Click continue,karena kita tidak memerlukan DNS. =>Next.
14.jpg
13. pilih No firewall bila tidak menggunakan firewall =>Next.
15.jpg
14. pilih Proceed untuk melanjutkan istalasi tanpa mengkonfigurasi firewall =>Next.
16.jpg
15. Atur bahasa untuk system sesuai keinginan èEnglish (USA)=>Next.
17.jpg
16. Atur zona waktu =>Asia/jakarta=>Next.
18.jpg
17. Masukan password untuk user root.Root password xxxxxxx=>Next.
19.jpg
18. pilih paket-paket yang kita perlukan dan beri tanda centang =>Next.
20.jpg
19. klick Next Untuk memulai Instalasi Centos.
21.jpg
20.Tunggu installasi sampai selesai!!
23.jpg
21. setelah installasi selesai keluarkan CD dan booting ulang komputer.
24.jpg
21. kemudian anda akan diminta mengisi beberapa konfigurasi.
Pilih yes,i agree to the license agreement untuk menyetujui=>Next.
26.jpg
22. atur tanggal dan waktu komputer =>Next.
27.jpg
23. pilih resolusi yang akan digunakan dan sesuaikan dengan kebutuhan.Untuk server oracle hanya membutuhkan resolusi 800×600
28.jpg
24. Kita dapat menambahkan user sesuai keinginan.bila tidak ingin menambahkan user klick =>Next.
29.jpg
25.Bila kita tidak menambahkan account maka akan muncul seperti diatas,untuk melanjutkan konfigurasi pilih =>Continue=>Next.
30.jpg
26.Kita juga dapat menambahkan paket-paket aplikasi dari CD centos tambahan.bila tidak menambahkan klick =>Next.
31.jpg
27. Setelah semua Configurasi selesai klick Next untuk masuk tampilan utama.
32.jpg
28.kemudian masukkan user name dan password dan CentOS siap digunakan.
33.jpg
Booting Mandriva LiveCD :
1. Set BIOS first boot pada CD/DVD
2. Masukkan CD Mandriva One 2008 Spring pada CD/DVD drive.
3. System akan di-boot dalam live system untuk langsung dapat digunakan uji coba pemakaian linux.
4. Setelah yakin ingin meng-install Mandriva pada hard drive anda, bisa anda lakukan dengan beberapa langkah mudah.
-Oke, ini dia cara Menginstal Linux Mandriva :
1. Pertama, Pilih Bahasa : (English-US).
2. Pilih Negara :
3. Menyetujui lisensi Mandriva.
4. Pilih keyboard layout: (US)
5. Pilih waktu : (lokal)
6. Akhirnya, live desktop dimulai.
7. Menginstal System Pada Hardisk, Untuk menginstal Mandriva One 2008 Spring ke dalam hard disk anda, Klik pada icon Live Install :
8. Akan dijalankan installation wizard. Klik Next:
9. Partisi : (Penting! Lakukan dengan TELITI):
*Default partisi Mandriva adalah “Use free space” (Ini akan menggunakan sisa ruang hardisk anda yang bebas, tidak terpartisi)
*Jika ingin men-set partisi sendiri, pilih “Custom disk partitioning”. Sebelumnya, siapkan sebuah partisi kosong dengan menggunakan Partition Magic (pada windows) atau cfdisk (dengan live cd slax)
*Setelah itu partisi akan dibuat dan diberlakukan! (Ingat, anda dapat kehilangan seluruh isi hard disk, jika salah pada tahap ini!)
10. Pilihan default : (Use free space), Klik next untuk melanjutkan proses instalasi.
11. Sistem sedang diinstal :
12. Konfigurasi bootloader : Pilihan default, sudah ok, klik Next
13. Menu Boot : (secara default sudah ok), Kalau tidak ingin melakukan perubahan, klik Finish.
14. Proses instal selesai. Klik Finish untuk mengakhiri proses instalasi:
-Mencoba Mandriva hasil instalasi:
1. Untuk menggunakan sistem Mandriva hasil instalasi, anda harus reboot dan mengambil CD Mandriva dari CD drive.
Caranya :
Lakukan Log out dari sesi desktop saat ini dengan meng-klik icon merah di pojok kanan bawah (atau KStart – Log out), lalu pilih Restart Computer pada menu yang ditampilkan.
2. Reboot:
3. Pada tahap ini, ambil CD Mandriva dari CD drive lalu tekan
4. Memulai Mandriva Linux 2008 Spring, Pilih Boot Mandriva Linux 2008 Spring pada menu botloader (atau tunggu saja beberapa saat):
5. First Boot (biarkan dan tunggu saja), Selama sesi boot pertama kali, sistem me-nambahkan online repositories pada konfigu-rasinya :
6. Root Password, Isikan password untuk root dan buatlah sebuah user account (misal : mamaders) dan klik Next :
7. Akan ditampilkan wizard “First Time” :
8. Jika anda tidak ingin mengisi detilnya, klik decline :
9. Terakhir, klik Finish untuk keluar dari wizard ;
10. Login ke Desktop Mandriva, Ketik user account anda dan passwordnya, lalu tekan , Anda tidak diperbolehkan menggunakan user “root” pada sesi GUI.
11. Login sebagai user, mamaders :
Snap Shots Options [Make this Shot larger] [Close]
Options
Disable
Get Free Shots
Close
Snap Shares for charity
KIDX13
« Makassar 21 Maret
http://www.unblocked.org/ »
Panduan instalasi Blankon LiveCD
Sumber :
http://wiki.ubuntu-id.org/BlankOn/Dokumentasi/Lontara/PanduanInstalasiLiveCD
Persiapan Komputer
Sebelum anda memulai instalasi BlankOn ada baiknya anda:
* Membackup data penting anda
* Sangat di anjurkan untuk membedakan hardisk yang berbeda apabila anda mengingikan dual booting
*
Dianjurkan untuk menjaga ke stabilan tegangan listrik, hal ini dikarenakan pada saat instalasi BlankOn akan mengakses dan mengformat harddisk sehingga apabila saat instalasi tiba-tiba listrik mati maka di mungkinkan terjadi kerusakan dalam hardisk anda (bad sector)
* Menggunakan media CD yang baik, agar proses instalasi berjalan dengan lancar
Perangkat Yang DiButuhkan
*
Spesifikasi minimal BlankOn adalah : Prosesor 700Mhz, RAM 256Mb, HD 5Gb, VGA 8Mb
*
Spesifikasi Rekomendasi BlankOn adalah : Prosesor 1Ghz, RAM 384Mb, HD 10Gb, VGA 32Mb 3D
Menyetel BIOS agar Booting Awal dari CD
Sebelum meng-install BlankOn pada BIOS harus di set Boot Device Priority-nya dulu, dalam menginstall BlankOn Boot Device Priority harus di arahkan ke CDROM. Untuk masuk ke BIOS tiap Motherboard mempunyai standart sendiri. Namun sebagian besar tinggal menekan tombol delete atau F2, berikut adalah tobol default berdasarkan BIOS yang anda pakai:
Jenis BIOS
Tombol default
AMI BIOS
Tombol Delete selama POST (power on self test)
Award BIOS
Ctrl+Alt+Esc, atau Delete selama POST (power on self test)
DTK BIOS
Esc selama POST (power on self test)
IBM PS/2 BIOS
Ctrl+Alt+Insert setelah Ctrl+Alt+Delete
Phoenix BIOS
Ctrl+Alt+Esc atau Ctrl+Alt+S atau F1
Apabila anda menekan tombol seperti diatas makan tampilannya akan seperti berikut: (dalam kasus ini menggunakan PhoenixBIOS, tampilan akan berbeda-beda dalam setiap jenis BIOS)
PanduanInstalasi?action=AttachFile&do=get&target=blankon_bios
pilih tab BOOT, dan arahkan ke CDROM. Kemudian simpan konfigurasinya
Kemudian reboot ulang dengan memilih opsi YES
Langkah - langkah Instalasi
*
Memasukkan LiveCD BlankOn
*
Jalankan komputer dengan memboot dari LiveCD BlankOn
*
Tunggu hingga LiveCD BlankOn sampai pada tampilan Desktop
Gambar diatas adalah tampilan awal pada saat anda menggunkan LiveCD BlankOn. Sehingga anda bisa Mencoba Dahulu sebelum menginstallnya.
Gambar diatas adalah tampilan awal pada saat anda menggunkan LiveCD BlankOn. Sehingga anda bisa Mencoba Dahulu sebelum menginstallnya.
Proses awal Instalasi
Jika semuanya berjalan dengan baik dan anda ingin memasang BlankOn pada komputer, maka klik tombol singkat “Pasang” pada Desktop dan ikuti langkah langkah berikut :
Selamat Datang di Instalasi
Pada bagian ini anda mendapat sambutan hangat “Selamat Datang” dan dipersilahkan untuk memilih bahasa, Pilih Bahasa Indonesia, dan klik “Maju”
Memilih Lokasi Anda
Pilih lokasi Anda pada peta atau menu kebawah, jika sudah klik “Maju”
Susunan Papan Ketik
Pilih jenis Susunan Papan Ketik (Keyboard) yang sesuai dengan kebutuhan Anda, biasanya USA. Jika sudah klik “Maju”
Mempersiapkan Ruang Hardisk
Pilih Otomatis jika anda menginstall BlankOn ada seluruh ruang hardisk anda, atau jika ingin membagi ruang partisi maka ikuti petunjuk Membagi Ruang Partisi Hardisk Jika Otomatis langsung klik “Maju”
Isian Indentitas Anda
Isikan identitas anda dan identitas komputer anda, jika sudah klik “Maju”
Proses Instalasi / Pemasangan
Silahkan istirahan sebentar sambil ambil air minum dan cemilan untuk menunggu proses ini, proses ini memakan waktu 15-30 menit tergantung dengan spesifikasi komputer Anda.
Instalasi Selesai
Selamat Anda terlah berhasil memasang BlankOn di komputer Anda, silahkan pilih “restart sekarang’ jika ingin langsung mencobanya
Selamat !!! BlankOn Linux sudah terinstall
Dalam modul ini akan diberikan langkah-langkah dalam menginstall Linux, yang dalam hal ini Debian. Modul ini untuk menginstall linux dengan menggunakan cd namun tanpa menginstall X11.
Langkah ke
Check List
Keterangan
I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
II
Boot dari CD
III
Pilihan Awal Penginstallan
IV
Menentukan Partisi Hardisk
V
Menginisialisasi Partisi Swap
VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux
VII
Menginstall Kernel dan Modulnya
VIII
Memilih Driver
IX
Mengkonfigurasi Jaringan
X
Menginstall Base System
XI
Membuat System Menjadi Bootable
XII
Membuat Boot Floppy
XIII
Mereboot Komputer
XIV
Konfigurasi System Debian
XV
Login
Tutorial Install Linux (tanpa X11)
LANGKAH I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
Nyalakan komputer, kemudian tekan [delete] untuk masuk ke bios,
Setelah di dalam bios, pilih menu
BIOS FEATURES SETUP
tekan [ENTER]
Setelah itu pilihlah menu Boot Sequence agar menjadi CDROM,C,A
[ESC]
Pilih,
SAVE & EXIT SETUP
tekan [ENTER]
tekan y [ENTER]
Maka komputer akan mulai booting kembali dengan boot sequence pertama ke CDROM.
Masukkan CD debian yang ada kedalam CDROM.
LANGKAH II
Boot dari CD
Setelah memasukkan CD ke dalam CDROM maka tinggal tunggu CD boot.
Setelah komputer boot ke CD, akan muncul tampilan sebagai berikut:
Welcome to Deal
This is debian ...........................................
..........................................................
boot:_ [ENTER]
LANGKAH III
Pilihan Awal Penginstallan
Setelah itu komputer akan loading...
Tunggu sampai muncul tulisan sebagai berikut:
' Choose The Language '
Pilih bahasa (disarankan bahasa inggris - en). [ENTER]
' Choose Language Variant '
Pilih ' English (United States) ' [ENTER].
' Relase Notes '
Pilih [ENTER].
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the Keyboard
tekan [ENTER].
' Select a Keyboard '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pilih,
qwerty/us : U.S. English (QWERTY)
[ENTER]
LANGKAH IV
Menentukan Partisi Hardisk
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]
' Select Disk Drive '
pilih,
/dev/hda
[ENTER]
' Lilo Limitations '
[ENTER]
' Note on additional space for the ReiserFS Journal '
[ENTER]
Akan muncul tampilan partisi yang ada pada hard Disk hda, dengan informasi ini anda akan mengetahui letak partisi swap dan letak partisi tempat anda akan meletakkan '/' (root).
pilih [ Quit ]
dengan menggerakan/menekan panah kearah kanan. [ENTER]
LANGKAH V
Menginisialisasi Partisi Swap
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
[ENTER]
' Scan for Bad Blocks? '
pilih [ENTER]
' Are You Sure? '
pilih [ENTER]
LANGKAH VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]
' Choose Filesystem Type '
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]
' Select Partition '
Pilih partisi yang akan dijadikan "Ext3"
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
/dev/hda2 : Linux native
[ENTER]
' Scan for Bad Blocks? '
pilih [ENTER]
' Are You Sure? '
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda2 sebagai "Ext3" kalau sudah benar
pilih [ENTER]
' Mount as the Root Filesystem? '
pilih [ENTER]
LANGKAH VII
Menginstall Kernel dan Modulnya
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]
' Select Installation Medium '
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]
' Please insert the CD-ROM '
pilih [ENTER]
' Please Wait '
' Select Archive path '
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]
' Please Wait '
LANGKAH VIII
Memilih Driver
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]
' Note about loaded drivers '
pilih, [ENTER]
' Select Category '
Akan tampil pilihan-pilihan module yang akan di pilih,
1. Pilih ' kernel/drivers/input Input Devices. ' [ENTER]
' Select kernel/driver/input modules '
pilih,
' kebdev - Keyboard support ' [ENTER]
' kebdev '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih,
' mousedev - Mouse support ' [ENTER]
' mousedev '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
2. Pilih ' kernel/drivers/net Drivers for network interface cards ' [ENTER]
' Select kernel/drivers/net modules '
carilah ' eepro100 ' [ENTER]
' eepro100 '
pilih, [ENTER]
atau bila gagal bisa coba bonding
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa. [ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
3. Pilih ' kernel/fs/msdos
MS-DOS file system ' [ENTER]
' Select kernel/fs/msdos modules '
pilih, ' msdos - PC BIOS ' [ENTER]
' msdos '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
4. Pilih ' kernel/arch/1386/kernel i386-base drivers. ' [ENTER]
pilih, ' apm ' [ENTER]
' apm '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih, ' cpuid ' [ENTER]
' cpuid '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
Pilih, ' Exit ' [ENTER]
LANGKAH IX
Mengkonfigurasi Jaringan
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the network
[ENTER]
' Choose The Hostname '
Ganti tulisan ' Debian ' dengan ' LAB-OS-27-*** '
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
' Automatic Network Configuration '
pilih, [ENTER]
' Choose the IP Address '
Ganti tulisan default-nya dengan ' 152.118.27.*** '
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
' Choose Network Mask '
Tidak usah diganti.
[ENTER]
' What is your IP gateaway address? '
152.118.27.1
[ENTER]
' Choose Domain Name '
Tulis ' cs.ui.ac.id '
[ENTER]
' Choose the DNS Server Addresses '
Ganti dengan ' 152.118.24.2 '
[ENTER]
LANGKAH X
Menginstall Base System
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di
highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install the base system
[ENTER]
' Select Installation Medium '
pilih,
' cdrom : CD-ROM drive '
[ENTER]
' Please insert the CD-ROM '
pilih, [ENTER]
' Select Archive path '
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]
' Installing Base System, please wait '
Tunggulah sampai selesai menginstall.
LANGKAH XI
Membuat System Menjadi Bootable
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make System Bootable
[ENTER]
' When should the LILO boot loader be installed ? '
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]
' Other bootable partitions '
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]
' Securing LILO '
[ENTER]
LANGKAH XII
Membuat Boot Floppy
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make a Boot Floppy
Masukkan disket(dalam keadaan baik)ke dalam floppy disk
[ENTER]
' Change Disk '
[ENTER]
Tunggulah sementara sedang membuat boot floppy
LANGKAH XIII
Mereboot Komputer
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Reboot The System
[ENTER]
' Reboot The System? '
Pilih,
Yes [ENTER]
Kemudian keluarkan disket dari floppy disk, sementara komputer sedang reboot.
Keluarkanlah cd deal dari cdrom.
Tunggu sampai muncul lilo boot seperti dibawah ini,
| Linux |
| WIN/Dos |
Pilih Linux [ENTER]
LANGKAH XIV
Konfigurasi System Debian
Kemudian akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini :
' Debian System Configuration '
[ENTER]
' TimeZone Configuration '
Is the hardware clock set to GMT
Pilih,
[ENTER]
What area do you life in?
Pilih,
Asia [ENTER]
Select a city or time zone:
Pilih,
Jakarta [ENTER]
' Password setup '
Shall I enable md5 passwords?
Pilih,
[ENTER]
Shall I enable shadow passwords?
Pilih,
[ENTER]
Enter a password for the root:
Isi saja dengan 12345
[ENTER]
Re-enter password to verify:
Isi lagi dengan 12345
[ENTER]
Shall I create a normal user account now?
Pilih,
[ENTER]
' Debian System Configuration '
Shall I remove the pcmcia packages?
Pilih,
[ENTER]
Do you want to user a PPP connection to install the system.
Pilih,
[ENTER]
' Apt Configuration '
Choose the method apt should user to access to Debian archive:
Pilih,
cdrom [ENTER]
Masukkan cd deal ke dalam cdrom.
Enter CD ROM device file:
/dev/cdrom [ENTER]
Scan another CD?
pilih [ENTER]
Add another apt source?
pilih [ENTER]
Use security updates from security.debian.org?
pilih [ENTER]
Run tasksel?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih, [ENTER]
Tunggu sementara sedang mengkonfigurasi paket apa saja yang akan diambil,
sampai ada tulisan seperti di bawah ini :
Do you want to continue? [Y/n]
Ketikan y [ENTER]
Do you want to erase any previous downloaded.deb files? [Y/n]
Ketik,
y [ENTER]
Please enter to continue
[ENTER]
I can do .....
[---Please return---]
[ENTER]
You must choose one of the options below:
Enter value (default='1', 'x' to restart):
Ketik,
5 [ENTER]
'Debian System Configuration '
Have fun !
Thank you for choosing Debian.
[ENTER]
LANGKAH XV
Login
Nanti akan muncul pesan seperti dibawah ini:
LAB-OS-27-**** login :
(**** sesuai dengan komputer tempat anda menginstall)
Coba masukkan login root dan passwordnya.
Setelah itu kita akan mencoba menginstall paket.
Cara menginstallnya adalah dengan cara sebagai berikut:
ketik perintah ini di console:
apt-get install "nama paket" [ENTER]
Sebagai contoh kita akan mencoba menginstall lynx.
Jadi yang harus diketikkan adalah sebagai berikut :
apt-get install lynx [ENTER]
Do you want to continue? [Y/n]
ketikan y [ENTER]
Setelah selesai menginstall lynx coba ketikkan perintah ini di console :
lynx kambing.vlsm.org [ENTER]
Jika berhasil masuk ke halaman kambing.vlsm.org berarti anda berhasil.
Selamat menggunakan Debian!
Selamat mencoba di rumah!
Copyright (C) 2003 (Hak Cipta) IKI-20230/80230.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan utuh serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan nota hak cipta ini.
Anda pengguna Windows dan Anda telah mendengar berbagai hal tentang Dewalinux lalu ingin mencobanya? Yah, sekedar untuk membuktikan bahwa isu (bahwa Dewalinux itu mudah, cantik dan lengkap) itu benar atau tidak. Tulisan ini dapat Anda jadikan panduan.
1. Anda perlu mendapatkan CD instalasi Dewalinux (sebaiknya ini disesuaikan dengan arsitektur komputer Anda). Anda bisa mendapatkannya dengan beberapa cara:
* Pemesanan.
Anda dapat memesan di Kantor JossCenter, dengan alamat Jl Kartini no 6 (flexi center) Jember Jawa Timur. atau telp 0331-3456788
* Membeli.
Anda dapat membeli CD atau DVD Dewalinux dari distributor terdekat. Di Jember Jawa Timur.
2. Berikutnya, Anda perlu menentukan apakah akan mempertahankan Windows Anda atau meninggalkannya. Tetapi, apapun pilihan Anda, sebaiknya Anda membackup data-data penting Anda dalam sebuah USB flashdisk, harddisk portable atau media penyimpanan apapun yang Anda miliki. Nah, setelah Anda yakin semua data Anda dibackup, masukkanlah CD Dewalinux Anda ke dalam CDROM drive kemudian restart komputer Anda. Pastikan bahwa setting BIOS Anda menunjukkan CDROM/DVDROM sebagai first boot. Tunggu sejenak hingga Anda melihat window Dewalinux. Pilihlah (dengan tombol panah, kemudian tekan enter) pilihan pertama: Start or install Dewa linux. Anda tidak perlu takut mencoba ini karena CD instalasi ini akan berjalan tanpa mempengaruhi sistem Anda. Berikutnya Anda akan melihat progress bar hingga muncul splash screen Dewalinux yang manis. Kemudian, setelah splash screen pudar, Anda akan melihat tampilan Desktop Dewalinux dengan ikon Install dan Examples di bagian kiri atas. Perlu dipahami, bahwa mungkin Anda merasa sedikit lambat, tentu saja karena sistem ini saat ini berjalan dengan LiveCD. Artinya, jika Anda ingin menikmati Dewalinux dengan kecepatan penuh, Anda harus menginstallnya. Sampai di sini Anda telah dapat mencoba beberapa aplikasi di dalam Dewalinux seperti OpenOffice, beberapa musik dan film yang Anda di dalam direktori Examples di Desktop Anda. Nyalakan speaker Anda ketika mencoba menyalakan film tersebut dan perhatikan apakah hardware-hardware Anda telah didukung oleh Dewalinux. Anda dapat mencoba kartu suara, mencoba mendeteksi printer, setting jaringan dan internet, dll. Tentang ini akan dibahas lebih detil pada waktu lain. Jika Anda merasa Dewalinux cukup menyenangkan, Anda bisa mempertimbangkan pilihan untuk menginstallnya.
3. Jika Anda telah mantap untuk menginstall Dewalinux, Anda dapat mematikan komputer Anda. Kemudian nyalakan kembali Microsoft Windows Anda, lalu partisi harddisk Anda (jika Anda menginginkan dual boot, komputer Anda dapat menjalankan Windows atau Dewalinux). Jika Anda berniat untuk meninggalkan Windows, tinggalkan partisi Anda begitu adanya. Anda dapat mempartisi harddisk Anda dengan fasilitas pemartisi yang ada pada Windows XP atau menggunakan program pemartisi seperti Partition Magic. Berikan sekitar 5 GigaByte untuk partisi Dewalinux atau sesuaikan dengan kebutuhan Anda jika Anda telah memahami Dewalinux lebih baik. Setelah partisi dibuat, Anda dapat masukkan CD/DVD Dewalinux ke dalam CDROM kemudian restart komputer Anda.
4. Anda dapat melakukan langkah-langkah seperti langkah nomor 2. Kemudian Anda dapat klik ikon Install pada Desktop Dewalinux tersebut. Kemudian, Anda tinggal mengikuti langkah-langkah instalasi berikut ini:
* Pilih bahasa
Pilihan bahasa Anda ini akan menjadi bahasa pengantar proses instalasi Anda, juga bahasa default Dewalinux Anda ketika proses instalasi selesai.
* Tentukan lokasi Anda
Berikutnya Anda perlu menentukan posisi Anda dalam peta dunia. Ini terkait dengan waktu sistem Anda nantinya.
* Tes keyboard
Langkah ini digunakan untuk mendeteksi layout keyboard Anda. Umumnya keyboard di Indonesia menggunakan layout U.S. English.
* Menentukan partisi
Ketika sampai di tahap ini, Anda perlu berhenti sebentar, mengambil napas kemudian sedikit berpikir. Ini bukan tahap yang mudah. Jika Anda berniat mempertahankan Windows Anda (dan menginstall Dewalinux sebagai dual boot) maka pilihlah pilihan pertama yaitu: “Guided – resize the partition and use the free space“. Sedangkan jika Anda tidak ingin lagi menggunakan Windows, pilihlah pilihan kedua: “Guided – use entire disk“. Dan Anda dapat melakukannya dengan mnaual.
* Migration Assistant
Bagian ini adalah fitur baru Dewalinux. Dengan fitur ini, Anda dapat memigrasikan item-item pada account Windows Anda seperti bookmark Firefox, wallpaper, favorites pada Internet Explorer, kontak Yahoo Messenger, dll. Direktori-direktori seperti My Picture dan dan My Document pun akan di backup ke sistem Dewa linux Anda.
* Menentukan identitas Anda
Berikutnya Anda harus mengisikan beberapa field seperti nama lengkap dan nama yang akan digunakan untuk login ke komputer Anda. Setelah Anda melengkapi formulir ini, klik Forward.
* Siap dengan Dewalinux?
Sampai tahap ini, instalasi telah selesai. Sistem Dewa linux Anda telah siap digunakan. Keluarkan CD/DVD Dewalinux dari CDROM lalu restart!
Persiapan Instalasi
Siapkan CD Instalasi Slackware 12.0 (CD1 & CD2), jika anda belum memilikinya silahkan download di http://www.slackware.com/getslack/. Download ISO file Slackware dan Burn ke CD.
- Masukkan CD1 Slackware 12.0 ke CD-ROM, hidupkan PC/Server, jangan lupa untuk setting Bios 1st boot ke CD-ROM (Menjalankan bios pada saat komputer di hidupkan biasanya harus menekan tombol F2 atau DEL di keyboard silahkan lihat manual PC/Server anda).

Gambar 001: Contoh tampilan bios untuk setting boot ke CD-ROM, 1st Boot (paling atas) ada CD-ROM. Tampilan Bios tidak selalu sama, tergantung tipe dan jenis komputer.
- Setelah anda mengatur settingan Boot pada bios, start komputer dan boot ke CD-ROM, tunggu sampai muncul prompt Slackware

Tekan Enter untuk melanjutkan, atau anda dapat memilih kernel yang diinginkan (disarankan hanya untuk user advance).
- Memilih tipe keyboard secara default adalah US keyboard (map = 1), umumnya keyboard di Indonesia menggunakan US map, jadi anda dapat memasukkan nilai '1' (angka satu) dan tekan Enter

- Sekarang anda login dengan user: root kemudian tekan enter. User root adalah akses tertinggi di Linux (layaknya Administrator jika anda biasa menggunakan Windows)

Partisi Harddisk
Secara umum partisi Linux Slackware dibagi 2
1. Untuk Linux SWAP
2. Untuk Linux System Data
- Selanjutnya anda akan membuat partisi harddisk (HDD) dengan menggunakan perintah :
cfdisk [device_location]
Contoh (tipe HDD IDE master) :cfdisk /dev/hda
Contoh (tipe HDD IDE slave) :cfdisk /dev/hdb
Contoh (tipe HDD SATA master) :cfdisk /dev/sda
Contoh (tipe HDD SATA slave) :cfdisk /dev/sdb

- Selanjutnya perhatikan besar HDD (dibagian kanan dalam satuan MB) pastikan apakah sudah benar sesuai. Jika tidak coba jalankan lagi fdisk dengan mengubah [device_location] HDD anda.
Jika sudah sesuai, pilih menu New (gunakan tombol Panah Kiri-Kanan untuk memilih menu) kita akan membuat partisi untuk Linux SWAP.

- Pilih Primary

- Masukkan Nilai
512MBkemudian Enter

- Pililh Menu Type. Pastikkan yang di pilih adalah Partisi 512MB (509.97) atau yang paling atas (sda1/hda1).

- Masukkan nilai 82 (linux swap) dan tekan enter.

- Selanjutnya partisi sisa HDD (Free Space, lakukan seperti langkah 6,7,8 tapi nilainya bukan 512MB lagi, biarkan nilai seluruh HDD jika anda tidak ingin membuat partisi lagi) dan pilih menu Write.

- Ketik 'YES' untuk memproses partisi atau 'NO' untuk membatalkan, setelah itu pilih menu QUIT.

Memulai Instalasi Slackware 12.0
- Jalankan 'setup' untuk memulai Instalasi Linux Slackware

- Pilih menu ADDSWAP, untuk mengaktifkan Linux SWAP.

- Pastikan lokasinya sesuai dengan yang di partisi (
/dev/sda1)

- Instalasi akan meminta pengecekkan 'BAD BLOCK' jika anda menginginkannya Pilih 'Yes' atau 'No' jika tidak menginginkannya


- Pilih partisi untuk menginstal Sistem Linux (/dev/sda2)

- Format partisi dan pilih Filesystem EXT3


- Pilih SOURCE MEDIA Install from Slackware CD or DVD

- Pilih auto


- Pilih paket Linux, yang di tampilkan adalah pilihan default (disarankan default select by Slackware), kemudian pilih OK

- Pilih full, untuk mempermudah instalasi (jangan lupa CD2 harus disiapkan)

- Tunggu sampai instalasi selesai.

Konfigurasi Instlasi
- Skip Making aUSB boot stick

- Modem Configuration, pilih no modem jika tidak memiliki modem, atau pilih sesuai dengan PORT modem (COM1, atau COM2)

- Install LILO, disarankan untuk pilih 'simple' untuk proses otomatis.

- LILO Frame Buffer disarankan untuk memilih standar

- Optional Tambahan LILO umumnya dibiarkan kosong dan tekan ENTER.

- LILO Destination, pilih MBR.

- Mouse Configuration, sesuai dengan tipe mouse anda (PS/2 atau USB).

- GPM Configuration, pilih YES.

Konfigurasi Awal Network
Instalasi Linux akan meminta anda melakukan konfigurasi network seperti setting IP address, Gateway dan Nameserver (DNS). Hal ini juga dapat dilakukan sesudah selesai intalasi (lihat slackware book 5.3.3) jika anda tidak ingin mengkonfigurasi sekarang. Pilih 'Yes' jika ingin mengkonfigurasi.

- Masukkan hostname (Misalkan Tarsius001)
- Masukkan domain name (Misalkan optosoft.net)
- Pilih Static IP
- Masukkan IP Address Server 192.168.2.250
- Masukkan Netmask 255.255.255.0
- Masukkan Gateway Internet (Misalkan 192.168.2.1)
- Setting Name Server (lihat Slackware Book 5.3.4) pilih 'Yes'
- Masukkan primary name server (DNS) (misalkan 192.168.2.1 atau DNS ISP)
- Periksa kembali kemudian Pilih Accept atau Edit jika ingin menggantik konfigurasi

Konfigurasi Start Up Services
Anda dapat memilih services yang akan dijalankan otomatis saat Slackware di jalankan. Anda dapat melakukannnya sesudah instalasi selesai, kecuali untuk dua services berikut harus langsung dijalankan yaitu:
- rc.sshd (required)
- rc.syslog (required)

Konfigurasi Lanjutan
- Console Font Configuratation: Pilih 'No'
- Hardware Clock set to UTC: Pilih 'NO' Hardware clock is set to localtime
- Timezone Configuration: Pilih sesuai Wilayah Indonesia (Misalkan: Asia/Jakarta; Asia/Makassar; Asia/Jayapura)

Set Password
Anda akan diminta untuk memasukkan password root, pilih 'Yes' kemudian masukkan password anda. Password akan menjadi akses untuk masuk ke sistem Linux sebagai 'root'
Setup Complete
Keluarkan CD Installation kemudian Tekan Ctrl - Alt - Del atau reboot Server

Anda dapat mengedit waktu timeout LILO (lihat slackware_book.html#BOOTING-LILO)
Login sebagai 'root'
# pico /etc/lilo.conf
Edit bagian timeout = 1200
Jika 1200 = 120sec = 2mnt, jadi jika ingin timeout 2 detik ganti nilai 1200 menjadi 20. Contoh dibawah timeout = 100 = 10sec

Setelah itu tekan Ctrl + X, pilih 'Y' untuk menyimpan kemudian ketik
# lilo

JANGAN LUPA untuk merestart server.
# restart
Boot Komputer dengan menggunakan CD 1 RedHat.

Pada layar boot, gunakan option “linux text” agar Linux diinstall dalam modus text.
Setelah loading selesai, maka akan muncul “CD Found”. Lewati bagian ini dengan memilih option skip.

Pilih ok untuk melewati bagian ini. Lalu instalasi dilanjutkan dengan pemilihan bahasa dan jenis keyboard, pilih English untuk bahasa dan us untuk jenis keyboard.

Jika Linux mendeteksi adanya mouse pilih Generic – Wheel Mouse (PS/2), jika tidak maka bagian ini akan dilewatkan.

Pada bagian Installation Type pilih Server, karena pada langkah-langkah selanjutnya Linux akan dibangun dengan layanan-layanan Server.

Disini akan ditentukan pembagian partisi dari hardisk, jika ingin partisi dikonfigurasi secara otomatis pilih “Autopartition”. Tapi disarankan untuk memilih “Disk Druid”, agar partisi dapat diatur pembagiannya secara manual.

Jika belum terdapat file sistem maka akan muncul peringatan seperti ini, pilih yes untuk melanjutkan.

Tentukan tabel dari hardisk yang akan dipartisi seperti yang terlihat pada gambar.

Untuk table partisi linux, yang dibutuhkan adalah partisi mount point dan partisi swap. Buat partisi linux terlebih dahulu dengan mount point “/”. Setelah itu buat partisi baru dengan tipe swap, partisi swap ini ditentukan dengan cara mengandakan jumlah RAM utama.
Gunakan tombol panah kanan dan kiri untuk memilih aksi yang akan dilakukan dan beberapa tombol pintas F1-F5, F12 untuk Ok. Untuk menghapus partisi pilih salah satu partisi dan menu delete, kemudian tekan enter atau menggunakan tombol F4. Untuk membuat partisi yang baru Pilih “/dev/hda” kemudian pilih menu new(F2). Pilih menu cancel . Jika proses partisi selesai, pilih tombol OK(F12)
Langkah selanjutnya adalah menentukkan jenis Boot Loader, pada bagian ini pilih LILO. Untuk konfigurasi Boot Loader kosongkan saja, lalu OK.

Tentukan dimana Boot Loader akan di Install. Disarankan untuk menginstall di MBR.

Hilangkan tanda pada “Use bootp/dhcp” dan set tanda ke “Activate on Boot”. Set parameter jaringan, isi informasi yang diperlukan, yaitu IP Address, Netmask, IP Gateway, Primary Nameserver (DNS).

Jika terdapat 2 NIC, maka yang perlu dikonfigurasi hanya IP Address dan Netmasknya saja.
Tentukan “hostname” atau nama dari komputer.

Untuk mengkonfigurasi kemampuan Firewall. pilih customize. Lalu beri tanda pada eth0 dan juga port SSH.

Jika server memakai layanan yang ada di dalam box maka beri tanda check pada kotak, sebagai contoh jika komputer menggambil IP dari komputer lain maka beri tanda check pada kotak DHCP.
Set bahasa yang akan digunakan untuk sistem.

Langkah selanjutnya adalah menentukan zona waktu.

Isi password administrator.

Administrator di dalam Linux dikenal dengan root. root ini sangat penting karena semua akses ke sistem hanya dapat dilakukan oleh root.
Pilih paket yang akan diinstall.

Installasi akan dimulai setelah, pilih OK.

Langkah ini memerlukan waktu beberapa menit, tergantung dari berapa paket yang dipilih untuk diinstall. Proses installasi akan memerlukan CD installasi yang lainnya.

Yang terakhir adalah pembuatan disket boot.

Tujuan pembuatan disket boot adalah sebagai pengganti boot loader, jika suatu saat boot loader rusak karena salah konfigurasi atau terhapus maka disket ini akan dapat membantu.
Proses installasi telah selesai. Sekarang Linux dapat di gunakan setelah komputer restart.